Minggu, 07 April 2013

Behaviorisme Radikal

Behaviorisme Radikal

Teori ini lebih dikenal dengan teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. 

Perilaku Responden dan Operan
Skinner membedakan dua jenis perilaku: respondent behavior (perilaku responden), yang ditimbalkan oleh suatu stimulus yang dikenali, dan operan behavior (perilaku operan), yang tidak diakibatkan oleh stimulus yang dikenal tetapi dilakukan sendiri oleh organisme.
Contoh dari perilaku responden semua gerak reflex, seperti menarik tangan ketika tertusuk jarum, menutup kelopak mata saat terkena cahaya yang menyilaukan, dan keluarnya air liur saat ada makanan. Karena perilaku operan pada awalnya tidak berkorelasi dengan stimuli yang dikenali, maka ia tampak spontan. Contohnya adalah tindakan ketika hendak bersiul, berdiri lalu berjalan, atau anak yang meninggalkan satu mainan dan beralih ke mainan lainnya. Kebanyakan aktivitas keseharian kita adalah perilaku operan.

Pengkondisian Tipe S dan Tipe R
Bersama dengan dua macam perilaku tersebut, ada dua jenis pengkondisian. Pengkondisian Tipe S juga dinamakan respondent conditioning (pengkondisian responden) dan identik dengan pengkondisian klasik. Ia disebut pengkondisian Tipe S karena menekankan arti penting stimulus dalam menimbulkan respons yang diinginkan. Tipe kondisi yang menyangkut perilaku operan dinamakan Tipe R karena penekannya adalah pada respons. Pengkondisian Tipe R juga dinamakan operant conditioning (pengkondisian operan). Riset Skinner hampir semuanya berkaitan dengan pengkondisian Tipe R, atau pengkondisian operan.

Prinsip Pengkondisian Operan
 Ada dua prinsip dalam pengkondisian Tipe R: (1) setiap respons yang diikuti dengan stimulus yang menguatkan cenderung akan di ulang; dan (2) stimulus yang menguatkan adalah segala sesuatu yang mempebesar rata-rata terjadinya respons operan.
Dalam pengkondisian operan, penekanannya adalah pada perilaku dan pada konsekuensinya; denagan pengkondisisan operan, organisme pasti merespons dengan cara tertentu memproduksi stimulus yang menguatkan .

Kotak Skinner
Sebagian besar percobaan binatang skinner awal di lakukan dalam ruang tes kecil yang kemudian terkenal sebagai Skinner box(kotak skinner ). Kotak ini adalah pengembangan dari kotak teka teki yang di pakai oleh Thordike. Kotak skinner biasanya menggunakan lantai berkisi-kisi,cahaya,tuas/pengungkit ,dan cangkir makanan. Ketika hewan menekan tuas, mekanisme memberi makan akan aktif ,dan secuil makanan akan jatuh kecangkir makanan. Kotak skinner ditunjukan di Gambar 5-1.

Pencatatan kumulatif
Skinner menggunakan cumulative recording (pencatatan kumulatif) untuk mencatat perilaku hewan dalam kotak Skinner.
Pengkondisian respons penekanan-tuas
Biasanya, pengkondisian respons penekanan-tuas menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Deprivasi. Hewan percobaan diletakkan dalam jadwal deprivasi. Jika makanan akan dipakai sebagai penguat (reinforce), hewan itu tidak diberi makan selama 23 jam selama beberapa hari sebelum percobaan, atau ia diberi jatah makan 80% dari normal. Jika yang dipakai sebagai penguat adalah air minum, maka hewan tidak diberi minum selama 23 jam selama beberapa hari sebelum percobaan. (Beberapa kotak Skinner didesain untuk memberikan secuil makanan atau beberapa tetes air.) Skinner tidak mengatakan bahwa prosedur ini “memotivasi” hewan; dia bahkan ragu untuk mengatakan bahwa prosedur ini menciptakan suatu dorongan. Deprivasi adalah perangkat prosedur yang dihubungkan dengan bagaimana suatu organisme melakukan tugas tertentu; hanya itu saja.

2. Magazine Training. Setelah menjalani jadwal deprivasi selama beberapa hari, hewan diletakkan di kotak Skinner. Dalam magazine training, eksperimenter menggunakan tombol eksternal dan secara periodik menarik mekanisme pemberian makanan (yang juga dinamakan magazine), dan memastikan hewan itu tidak dekat-dekat dengan cangkir makanansaat eksperimenter menekan tombol (sebab jika tidak hewan itu akan belajar untuk tetap dekat-dekat dengan cangkir makanan). Ketika mekanisme pemberi makanan diaktifkan dengan tombol eksternal itu, ia akan menghasilkan bunyi klik yang cukup nyaring sebelum makanan jatuh ke cangkir makanan. Pelan-pelan hewan itu akan mengasosiasikan (mengaitkan) suara klik dari magazine itu dengan adanya makanan. Pada saat itu suara klik menjadi penguat sekunder lewat asosiasinya dengan penguatan primer (makanan). (kita mendiskusikan penguatan sekunder di bagian selanjutnya.) Suara klik ini juga menjadi petunjuk atau sinyal bagi hewan bahwa jika ia merespons dengan mendekati cangkir makanan, ia akan diperkuat.

3. Penekanan tuas. Sekarang hewan dibiarkan sendiri di kotak Skinner. Pada akhirnya, hewan itu akan menekan tuas, yang akan mengaktifkan magazine makanan, menimbulkan bunyi klik dan member sinyal bagi hewan itu untuk mendekati cangkir makanan. Menurut prinsip pengkondisian operan, respons penekan-tuas, setelah diperkuat, akan cenderung diulang, dan saat ia diulang, respons itu diperkuat lagi, yang meningkatkan probobilitas pengulangan respons penekanan-tuas, dan demikian seterusnya. Catatan kumulatif yang dihasilkan oleh hewan di kotak Skinner setelah magazine training ditunjukan di Gambar 5-3.