Behaviorisme
Radikal
Teori ini lebih dikenal dengan teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka.
Perilaku Responden dan Operan
Skinner
membedakan dua jenis perilaku: respondent behavior (perilaku responden), yang
ditimbalkan oleh suatu stimulus yang dikenali, dan operan behavior (perilaku
operan), yang tidak diakibatkan oleh stimulus yang dikenal tetapi dilakukan
sendiri oleh organisme.
Contoh
dari perilaku responden semua gerak reflex, seperti menarik tangan ketika
tertusuk jarum, menutup kelopak mata saat terkena cahaya yang menyilaukan, dan
keluarnya air liur saat ada makanan. Karena perilaku operan pada awalnya tidak
berkorelasi dengan stimuli yang dikenali, maka ia tampak spontan. Contohnya
adalah tindakan ketika hendak bersiul, berdiri lalu berjalan, atau anak yang
meninggalkan satu mainan dan beralih ke mainan lainnya. Kebanyakan aktivitas
keseharian kita adalah perilaku operan.
Pengkondisian Tipe S dan Tipe R
Bersama
dengan dua macam perilaku tersebut, ada dua jenis pengkondisian. Pengkondisian
Tipe S juga dinamakan respondent conditioning (pengkondisian responden) dan
identik dengan pengkondisian klasik. Ia disebut pengkondisian Tipe S karena
menekankan arti penting stimulus dalam menimbulkan respons yang diinginkan.
Tipe kondisi yang menyangkut perilaku operan dinamakan Tipe R karena penekannya
adalah pada respons. Pengkondisian Tipe R juga dinamakan operant conditioning
(pengkondisian operan). Riset Skinner hampir semuanya berkaitan dengan
pengkondisian Tipe R, atau pengkondisian operan.
Prinsip Pengkondisian Operan
Ada dua prinsip dalam pengkondisian Tipe R:
(1) setiap respons yang diikuti dengan stimulus yang menguatkan cenderung akan
di ulang; dan (2) stimulus yang menguatkan adalah segala sesuatu yang
mempebesar rata-rata terjadinya respons operan.
Dalam
pengkondisian operan, penekanannya adalah pada perilaku dan pada konsekuensinya;
denagan pengkondisisan operan, organisme pasti merespons dengan cara tertentu
memproduksi stimulus yang menguatkan .
Kotak Skinner
Sebagian
besar percobaan binatang skinner awal di lakukan dalam ruang tes kecil yang
kemudian terkenal sebagai Skinner box(kotak skinner ). Kotak ini adalah
pengembangan dari kotak teka teki yang di pakai oleh Thordike. Kotak skinner
biasanya menggunakan lantai berkisi-kisi,cahaya,tuas/pengungkit ,dan cangkir
makanan. Ketika hewan menekan tuas, mekanisme memberi makan akan aktif ,dan
secuil makanan akan jatuh kecangkir makanan. Kotak skinner ditunjukan di Gambar
5-1.
Pencatatan kumulatif
Skinner
menggunakan cumulative recording (pencatatan kumulatif) untuk mencatat perilaku
hewan dalam kotak Skinner.
Pengkondisian
respons penekanan-tuas
Biasanya,
pengkondisian respons penekanan-tuas menggunakan langkah-langkah sebagai
berikut:
1.
Deprivasi. Hewan percobaan diletakkan dalam jadwal deprivasi. Jika makanan akan
dipakai sebagai penguat (reinforce), hewan itu tidak diberi makan selama 23 jam
selama beberapa hari sebelum percobaan, atau ia diberi jatah makan 80% dari
normal. Jika yang dipakai sebagai penguat adalah air minum, maka hewan tidak
diberi minum selama 23 jam selama beberapa hari sebelum percobaan. (Beberapa
kotak Skinner didesain untuk memberikan secuil makanan atau beberapa tetes
air.) Skinner tidak mengatakan bahwa prosedur ini “memotivasi” hewan; dia
bahkan ragu untuk mengatakan bahwa prosedur ini menciptakan suatu dorongan.
Deprivasi adalah perangkat prosedur yang dihubungkan dengan bagaimana suatu
organisme melakukan tugas tertentu; hanya itu saja.
2.
Magazine Training. Setelah menjalani jadwal deprivasi selama beberapa hari,
hewan diletakkan di kotak Skinner. Dalam magazine training, eksperimenter
menggunakan tombol eksternal dan secara periodik menarik mekanisme pemberian
makanan (yang juga dinamakan magazine), dan memastikan hewan itu tidak
dekat-dekat dengan cangkir makanansaat eksperimenter menekan tombol (sebab jika
tidak hewan itu akan belajar untuk tetap dekat-dekat dengan cangkir makanan).
Ketika mekanisme pemberi makanan diaktifkan dengan tombol eksternal itu, ia
akan menghasilkan bunyi klik yang cukup nyaring sebelum makanan jatuh ke
cangkir makanan. Pelan-pelan hewan itu akan mengasosiasikan (mengaitkan) suara
klik dari magazine itu dengan adanya makanan. Pada saat itu suara klik menjadi
penguat sekunder lewat asosiasinya dengan penguatan primer (makanan). (kita
mendiskusikan penguatan sekunder di bagian selanjutnya.) Suara klik ini juga
menjadi petunjuk atau sinyal bagi hewan bahwa jika ia merespons dengan
mendekati cangkir makanan, ia akan diperkuat.
3.
Penekanan tuas. Sekarang hewan dibiarkan sendiri di kotak Skinner. Pada
akhirnya, hewan itu akan menekan tuas, yang akan mengaktifkan magazine makanan,
menimbulkan bunyi klik dan member sinyal bagi hewan itu untuk mendekati cangkir
makanan. Menurut prinsip pengkondisian operan, respons penekan-tuas, setelah
diperkuat, akan cenderung diulang, dan saat ia diulang, respons itu diperkuat
lagi, yang meningkatkan probobilitas pengulangan respons penekanan-tuas, dan
demikian seterusnya. Catatan kumulatif yang dihasilkan oleh hewan di kotak
Skinner setelah magazine training ditunjukan di Gambar 5-3.

